Harmony » Blog » 

Cost Plus Pricing Method, Mengenal Lebih Lengkap dan Cara Menghitungnya

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Juli 2, 2021

Apa itu cost plus pricing method? Cost plus pricing adalah metode penetapan harga dengan menambahkan keuntungan/laba yang diinginkan dari hitungan harga pokok produksi dan biaya pemasaran.

Strategi pertama untuk menentukan cost plus pricing adalah menentukan total harga pokok produksi dan layanan.Click to Tweet

Jadi, produsen atau penjual memberikan ketetapan harga jual dengan menghitung jenis biaya yang digunakan untuk produksi dan pemasaran satu unit produk dan ditambah dengan laba yang diinginkan, atau yang disebut dengan margin harga.

Metode penetapan harga ini adalah salah metode yang lazim digunakan dalam penentuan harga jual.

Untuk menetapkan biaya plus, produsen dapat menambahkan biaya tenaga kerja, biaya material langsung, serta biaya overhead sehingga mendapatkan persentase mark up yang selanjutnya bisa diambil sebagai laba.

Strategi Cost Plus Pricing Method

Dalam menentukan harga jual dengan cost plus method pricing, terdapat beberapa strategi yang dilakukan. Dan berikut adalah strategi untuk menerapkan cost plus pricing method:

  • Strategi pertama untuk menentukan cost plus pricing adalah menentukan total harga pokok pesanan dan layanan. Di mana Anda bisa menghitung total biaya tetap yang ditambah dengan beberapa variabel lainya seperti gaji karyawan, hingga biaya overhead.
  • Kemudian Anda bisa membagi biaya total di atas dengan total produk yang dihasilkan , sehingga Anda mendapatkan biaya per produknya.
  • Setelah itu, Anda bisa mengalikan biaya per produk yang ditambah dengan persentase laba (mark up) sehingga menghasilkan harga jual dan margin keuntungan produk.

Strategi Cost Plus Pricing Method

Contoh Penerapan Cost Plus Pricing method

Untuk menentukan harga jual dengan metode cost plus pricing tidaklah terlalu sulit yaitu hanya dengan menambahkan biaya total yang ditambah dengan margin.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan memproduksi makanan instan dengan bahan baku senilai 25 juta. Kemudian, untuk gaji karyawan adalah 10 juta, dan juga terdapat biaya lain-lain.

Seperti penyusutan alat, overhead dsb adalah 5 juta. Dan jika dihitung biaya produksi dan lain-lain adalah 40 juta. Dari proses produksi tersebut perusahaan menghasilkan 40.000 produk.

Sehingga biaya per produknya adalah 40 juta dibagi 40 ribu maka biaya produksi per produk yang diperoleh adalah Rp 1000. Misal perusahaan memiliki markup sebesar 50%, sehingga hitungannya adalah Rp 1000 + (50%* Rp 1000) = Rp 1.500. Jadi harga jual yang diharapkan adalah Rp 1.500.

Kelebihan Cost Plus Pricing Method

Adapun kelebihan dari metode cost plus pricing adalah sebagai berikut:

  • Sederhana, penerapan metode ini cukup mudah dilakukan untuk menentukan harga jual. Anda perlu memiliki metode yang baik dan konsisten dalam penentuan biaya overhead agar kestabilan harga tetap terjaga
  • Keuntungan kontrak terjamin, dengan metode ini dapat menjamin keuntungan dengan persentase yang diinginkan tanpa adanya resiko kerugian
  • Mudah meyakinkan pelanggan jika ada kenaikan harga karena perusahaan tinggal menunjukkan kenaikan biaya karena kenaikan bahan baku ataupun upah karyawan secara lebih jelas

[elementor-template id="26379"]

Kekurangan Cost Plus Pricing Method

Adapun kekurangan jika menggunakan metode cost plus pricing adalah sebagai berikut:

  • Mengabaikan persaingan. Penetapan harga secara cost plus pricing method biasanya bisa terlalu tinggi ataupun terlalu rendah dibandingkan pesaing. Jika harga jual lebih tinggi dari pesaing, maka perusahaan akan dirugikan karena kehilangan penjualan atau pangsa pasarnya. Namun, jika harga jual terlalu rendah, keuntungan yang diperoleh perusahaan semakin menipis.
  • Pembengkakan biaya produk. Biaya seperti biaya pemasaran biasanya tidak dimasukkan dalam metode ini. Jadi, rentan adanya pertambahan biaya produk
  • Pembengkakan biaya kontrak. Perusahaan cenderung memasukkan setiap biaya tambahan untuk memaksimalkan harga jual tanpa ada inisiatif untuk mencari solusi untuk memotong anggaran produksinya.
  • Mengabaikan biaya penggantian. Metode ini dihitung berdasarkan biaya historis tanpa memperhitungkan kemungkinan perubahan biaya pengeluaran terbaru

Menghitung cost plus pricing terkadang rumit dan butuh ketelitian. Ditambah lagi, Anda juga perlu mengelola keuangan, transaksi, penagihan, serta laporan keuangan lainnya. Maka itu, untuk mempermudah kinerja tim finance mengelola pembukuan, pakai Software Akuntansi Online dari Harmony.

Dengan aplikasi Harmony, Anda bisa menyelesaikan tugas akuntansi usaha dengan lebih cepat, mudah, dan akurat. Lupakan mencatat di buku besar atau spreadsheet biasa yang menyita waktu dan tenaga.

Selain itu, bagi Anda yang tertarik menggunakan aplikasi Harmony, bisa daftar di tautan ini untuk mendapatkan FREE Trial selama 30 hari. Kenalin fitur-fitur aplikasi Harmony lebih detail dan juga follow Instagram, LinkedIn, dan Facebook Harmony.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram