Harmony Blog

Cara Menghitung Modal Awal yang Tepat Bagi Bisnis Anda

Diupdate Mar 11th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

cara menghitung modal awalPin

Memulai bisnis di usia muda saat ini menjadi salah satu trend di kalangan milenial. Akan tetapi, sebagai pebisnis pemula, Anda juga perlu memahami cara menghitung modal awal dalam membangun usaha.

Dengan mengetahui cara menghitung modal awal, nantinya pebisnis bisa lebih mempelajari cara menghitung laba atau profit bisnis dengan mudah. Nah, lalu bagaimana cara mencari modal awal atau cara menghitung modal awal yang benar? Mari kita simak ulasan selengkapnya, ya!

Modal awal adalah dana yang dipakai pelaku usaha untuk membangun bisnisnya pertama kali.

Apa Itu Modal Awal Dan Modal Akhir?

Modal awal dan modal akhir adalah dua bagian penting yang tak terpisahkan dari keuangan bisnis. Mengapa begitu? Sebab, ketika memulai bisnis pertama kali, pelaku usaha perlu dana untuk membeli perlengkapan atau alat-alat menjalankan bisnisnya.

Secara umum, modal awal adalah dana yang dipakai pelaku usaha untuk membangun bisnisnya pertama kali. Sedangkan, modal akhir adalah dana yang dipakai pelaku usaha untuk membiayai operasional usaha pada periode berikutnya.

Nantinya, dari laporan keuangan bisnis, dapat diketahui berapa besar modal awal dan modal akhir perusahaan dalam periode tertentu. Nantinya, dari modal akhir akan bisa lebih gampang melakukan cara menghitung laba dan menentukan nilai profit yang diraih perusahaan selama interval waktu yang ditetapkan.

Baca Juga: Prinsip Etika Bisnis : Penjelasan dan Penerapannya dalam Bisnis

Selain dari dana pribadi, ada beberapa cara mencari modal awal. Misalnya dari bantuan pemerintah atau pihak swasta agar dijadikan modal usaha. Selain itu, cara mencari modal awal lainnya juga bisa dari pinjaman bank atau patungan dari dana bersama mitra atau relasi kerja.

Cara Menghitung Modal Awal

Untuk mengetahui cara menghitung modal awal, bisa langsung dilihat dari contoh kasus. Cara mencari modal awal ini dapat diperoleh dengan menjumlahkan tiga jenis modal awal, antara lain: modal investasi, modal operasional, dan modal kerja. Agar lebih jelas, bisa menggunakan rumus cara menghitung modal awal, berikut:

Rumus Modal Awal

Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Contoh Cara Menghitung Modal Awal PT Bangun Rintis:

PT Bangun Rintis baru saja membuka usaha dengan mengeluarkan modal awal, sebagai berikut:

No Modal Investasi Harga
  1 Laptop Rp 7.000.000
  2 Meja-kursi Rp 10.000.000
  3 WiFi Rp 2.000.000
  4 Handphone Rp 3.500.000
  5 Printer Rp 6.000.000
  6 Legalitas usaha Rp 1.000.000
  Total Rp 30.000.000
No Modal Kerja Harga
1 Kertas HVS Folio 4 Rim @50.000 Rp 200.000
2 Printer Ink 3 warna @50.000 Rp 150.000
  Total Rp 350.000
No Modal Operasional Harga
  1 Upah pegawai 2 orang @ 1.500.000 Rp 3.000.000
  2 Tagihan listrik Rp 200.000
  3 Tagihan air Rp 200.000
  Total Rp 3.400.000

Dari catatan keuangan di atas, dapat dilihat PT Bangun Rintis memiliki modal investasi sebesar Rp 30.000.000. Sedangkan, modal kerja yang dimiliki sebesar Rp 350.000 dan modal operasional sebesar Rp 3.400.000.

Modal Awal   = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

Modal Awal = Rp30.000.000,00 + Rp350.000,00 + Rp3.400.000,00

Modal Awal = Rp33.750.000,00  

Nah, begitulah cara mencari modal awal dari PT Bangun Rintis. Modal awalnya diketahui sebesar Rp 33.750.000. Biasanya, cara menghitung modal awal memakai rumus di atas dilakukan dalam periode satu bulan atau sesuai ketentuan perusahaan.

Mengelola Keuangan dengan Software Akuntansi Harmony

Dengan memahami cara menghitung modal awal serta etika bisnis dan penerapannya, pelaku bisnis bisa lebih mudah merintis usahanya meski di usia muda. Di era milenial, sudah tak zaman hanya mengandalkan laporan keuangan bisnis berbasis input manual atau spreadsheet. Selain berisiko terjadi kesalahan input, keuangan bisnis juga terancam merugi akibat salah perhitungan laba dan biaya.

Maka itu, Software Akuntansi Harmony hadir untuk menjadi solusinya. Menyajikan laporan keuangan dan pengelolaan data karyawan lebih cepat, akurat, dan otomatis. Coba GRATIS 30 Hari Software Akuntansi Harmony sekarang dengan daftar akun Anda di sini. Atau, follow dan like akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony untuk info lebih selengkapnya.

Bagaimana jika Anda adalah pebisnis yang sibuk sehingga tidak sempat membuat laporan keuangan? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Kontak Harmony