Harmony » Blog » 

Break-even Point: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Agustus 2, 2023
Breakeven point atau titik impas merupakan salah satu konsep penting dalam dunia bisnis

Breakeven point atau titik impas adalah salah satu konsep penting dalam dunia bisnis. Konsep ini membantu para pengusaha untuk menghitung jumlah minimum produk atau jasa yang harus dijual agar bisa menutupi semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Dalam dunia investasi, titik impas juga digunakan untuk menentukan harga pasar yang tepat untuk suatu saham.

Analisis titik impas sangat penting bagi para pengusaha karena membantu mereka menentukan harga jual produk atau jasa mereka. Dengan mengetahui titik impas, pengusaha dapat menentukan harga yang tepat untuk produk mereka agar tetap bisa mendapatkan keuntungan. Selain itu, analisis titik impas juga membantu pengusaha untuk menentukan apakah bisnis mereka akan menghasilkan keuntungan atau merugi.

Komponen titik impas meliputi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produk yang dihasilkan meningkat atau menurun, sedangkan biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan. Dalam bisnis, pengusaha harus memperhitungkan kedua jenis biaya ini untuk menentukan titik impas produk atau jasa mereka.

Key Takeaways

  • Analisis titik impas membantu pengusaha menentukan harga jual produk atau jasa mereka agar bisa mendapatkan keuntungan.
  • Komponen titik impas meliputi biaya tetap dan biaya variabel yang harus dipertimbangkan dalam perhitungan titik impas.
  • Dalam dunia investasi, titik impas digunakan untuk menentukan harga pasar yang tepat untuk suatu saham.

Pengertian Titik Impas

Titik impas atau break-even point (BEP) adalah suatu konsep dalam bisnis yang mengacu pada titik di mana pendapatan yang diterima sama dengan biaya yang dikeluarkan. Pada titik ini, perusahaan tidak menghasilkan keuntungan atau kerugian. BEP sangat penting bagi perusahaan karena dapat membantu dalam menentukan harga jual produk atau jasa yang dihasilkan.

Untuk menghitung BEP, perusahaan harus memperhitungkan semua biaya produksi, termasuk biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun volume produksi meningkat, seperti sewa gedung atau biaya gaji karyawan tetap. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi, seperti bahan baku atau biaya listrik.

Dalam menghitung BEP, perusahaan harus mempertimbangkan juga faktor-faktor lain seperti harga jual produk atau jasa, volume produksi, dan margin keuntungan yang diinginkan. Semakin tinggi harga jual produk atau jasa, semakin rendah volume produksi yang dibutuhkan untuk mencapai BEP. Sebaliknya, semakin rendah harga jual produk atau jasa, semakin tinggi volume produksi yang dibutuhkan untuk mencapai BEP.

Dalam bisnis, BEP juga dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek atau investasi layak dilakukan. Jika BEP tidak tercapai dalam jangka waktu yang diinginkan, maka proyek atau investasi tersebut dianggap tidak layak dan harus dihentikan. Oleh karena itu, BEP sangat penting bagi perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Baca Juga : Pemasaran Online untuk Bisnis Jasa: Strategi & Tips Sukses

Analisis Titik Impas

Analisis Titik Impas adalah suatu teknik analisis yang digunakan untuk menentukan jumlah penjualan yang dibutuhkan agar suatu bisnis tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Dalam analisis ini, perusahaan akan menghitung biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual untuk menentukan titik impas.

Rumus untuk menghitung titik impas adalah:

Titik Impas = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit)

Dalam rumus ini, biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah terlepas dari jumlah produksi atau penjualan, seperti sewa gedung atau gaji karyawan. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang berubah tergantung pada jumlah produksi atau penjualan, seperti bahan baku atau biaya pengiriman.

Untuk mempermudah perhitungan, perusahaan dapat menggunakan kalkulator titik impas atau membuat tabel break-even analysis di Excel. Dalam tabel ini, perusahaan dapat memasukkan data biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual untuk mengetahui jumlah penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas.

Dengan mengetahui titik impas, perusahaan dapat membuat perencanaan laba yang lebih baik dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Namun, perlu diingat bahwa analisis titik impas hanya memberikan gambaran kasar dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti persaingan pasar atau perubahan harga bahan baku.

Komponen Titik Impas

Titik impas (break even point) adalah titik di mana pendapatan yang diterima sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Dalam perhitungan titik impas, terdapat beberapa komponen yang harus dipahami. Berikut adalah beberapa komponen penting dalam perhitungan titik impas:

  1. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi atau penjualan meningkat atau menurun. Biaya tetap meliputi biaya seperti sewa, asuransi, gaji, dan bunga. Biaya tetap tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi atau penjualan, sehingga jumlah biaya tetap akan sama terlepas dari berapa banyak produk yang dihasilkan atau dijual.

  1. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi atau penjualan. Biaya variabel meliputi biaya seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya. Biaya variabel akan meningkat jika jumlah produksi atau penjualan meningkat, dan sebaliknya.

  1. Margin Kontribusi

Margin kontribusi adalah selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit. Margin kontribusi digunakan untuk menutupi biaya tetap dan mencapai titik impas. Semakin tinggi margin kontribusi, semakin mudah mencapai titik impas.

  1. Harga Jual Per Unit

Harga jual per unit adalah harga yang dibebankan kepada pelanggan untuk setiap unit produk yang dijual. Harga jual per unit harus diatur sedemikian rupa sehingga mencukupi untuk menutupi biaya tetap dan variabel serta memberikan keuntungan yang diinginkan.

Dalam perhitungan titik impas, perlu dihitung total biaya tetap, biaya variabel per unit, harga jual per unit, dan margin kontribusi per unit. Dengan mengetahui komponen-komponen ini, perusahaan dapat menentukan berapa banyak produk yang harus dijual untuk mencapai titik impas.

Penggunaan Titik Impas Dalam Bisnis

Penggunaan Titik Impas Dalam Bisnis

Titik impas atau break even point (BEP) adalah salah satu konsep penting dalam dunia bisnis. Konsep ini mengacu pada titik di mana pendapatan yang diperoleh sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Dalam hal ini, perusahaan tidak mengalami keuntungan atau kerugian.

Penggunaan titik impas dalam bisnis sangat penting karena dapat membantu pemilik bisnis dalam membuat keputusan bisnis yang tepat. Beberapa manfaat penggunaan titik impas dalam bisnis antara lain:

  • Menentukan Harga Jual yang Tepat

Titik impas dapat membantu pemilik bisnis dalam menentukan harga jual yang tepat untuk produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan mengetahui titik impas, pemilik bisnis dapat mengetahui biaya produksi yang dikeluarkan dan menentukan margin laba yang diinginkan. Dalam hal ini, pemilik bisnis dapat menentukan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi dan margin laba yang diinginkan.

  • Membuat Keputusan Investasi

Titik impas juga dapat membantu pemilik bisnis dalam membuat keputusan investasi. Dalam hal ini, pemilik bisnis dapat mengetahui jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai titik impas dan mengetahui jumlah pendapatan yang diperoleh. Dengan mengetahui jumlah pendapatan yang diperoleh, pemilik bisnis dapat menentukan apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.

  • Menentukan Target Profit

Titik impas juga dapat digunakan untuk menentukan target profit yang diinginkan. Dalam hal ini, pemilik bisnis dapat menentukan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai target profit yang diinginkan. Dengan mengetahui jumlah unit yang harus dijual, pemilik bisnis dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target profit tersebut.

  • Menghindari Kerugian

Dalam bisnis, pengambilan keputusan yang salah dapat menyebabkan kerugian yang besar. Dengan menggunakan titik impas, pemilik bisnis dapat mengetahui jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai titik impas. Dalam hal ini, pemilik bisnis dapat menghindari kerugian dengan mengetahui jumlah unit minimum yang harus dijual untuk menutupi biaya produksi.

Dalam kesimpulannya, penggunaan titik impas dalam bisnis sangat penting karena dapat membantu pemilik bisnis dalam membuat keputusan bisnis yang tepat. Dengan mengetahui titik impas, pemilik bisnis dapat menentukan harga jual yang tepat, membuat keputusan investasi yang tepat, menentukan target profit yang diinginkan, dan menghindari kerugian.

Contoh Perhitungan Titik Impas

Titik Impas atau Break Even Point (BEP) adalah konsep dalam bisnis yang mengacu pada titik di mana pendapatan sama dengan biaya, sehingga perusahaan tidak mengalami laba maupun rugi. Dalam kata lain, BEP adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Lalu, bagaimana cara menghitung BEP? Berikut adalah contoh perhitungan titik impas.

Contoh 1: Roti

Sebuah toko roti memiliki biaya tetap sebesar Rp 10 juta per bulan dan biaya variabel sebesar Rp 5 ribu per roti. Harga jual per roti adalah Rp 10 ribu. Berapa banyak roti yang harus terjual agar toko roti mencapai BEP?

Komponen Jumlah

Biaya tetap Rp 10 juta

Biaya variabel per unit Rp 5 ribu

Harga jual per unit Rp 10 ribu

Rumus perhitungan BEP adalah:

BEP = Biaya tetap / (Harga jual per unit - Biaya variabel per unit)

Maka, BEP toko roti dapat dihitung sebagai berikut:

BEP = Rp 10 juta / (Rp 10 ribu - Rp 5 ribu) = 2.000 roti

Jadi, toko roti harus menjual minimal 2.000 roti agar mencapai BEP.

Contoh 2: Air Mineral

Sebuah perusahaan air mineral memiliki biaya tetap sebesar Rp 50 juta per bulan dan biaya variabel sebesar Rp 2 ribu per botol. Harga jual per botol adalah Rp 5 ribu. Berapa banyak botol air mineral yang harus terjual agar perusahaan mencapai BEP?

Komponen Jumlah

Biaya tetap Rp 50 juta

Biaya variabel per unit Rp 2 ribu

Harga jual per unit Rp 5 ribu

Rumus perhitungan BEP adalah:

BEP = Biaya tetap / (Harga jual per unit - Biaya variabel per unit)

Maka, BEP perusahaan air mineral dapat dihitung sebagai berikut:

BEP = Rp 50 juta / (Rp 5 ribu - Rp 2 ribu) = 16.667 botol

Jadi, perusahaan air mineral harus menjual minimal 16.667 botol agar mencapai BEP.

Contoh 3: Pendapatan

Seorang pengusaha memiliki biaya tetap sebesar Rp 20 juta per bulan dan biaya variabel sebesar 30% dari total pendapatan. Berapa minimal pendapatan yang harus dihasilkan agar pengusaha mencapai BEP?

Komponen Jumlah

Biaya tetap Rp 20 juta

Biaya variabel (30% dari total pendapatan) 0,3x

Total biaya Rp 20 juta + 0,3x

Rumus perhitungan BEP adalah:

BEP = Biaya tetap / (1 - (Biaya variabel / Total penjualan))

Maka, BEP pengusaha dapat dihitung sebagai berikut:

BEP = Rp 20 juta / (1 - (0,3 / 1)) = Rp 28,57 juta

Jadi, pengusaha harus menghasilkan minimal Rp 28,57 juta agar mencapai BEP.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram