Apa Itu Hukum Permintaan dan Penawaran Dalam Bisnis?
Harmony Blog
Business
Apa Itu Hukum Permintaan dan Penawaran Dalam Bisnis?
June 19, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Dalam bisnis terjadinya permintaan dan penawaran adalah hal yang sangat wajar. Namun tahukan Anda, terdapat hukum didalamnya? Dalam artikel kali ini akan dibahas secara lengkap, Hukum permintaan dan penawaran.

Selain itu juga para pebisnis harus mengerti dengan seksama tentang hukum-hukum transaksi jual beli dan metode didalamnya. Anda dapat memahami konsep bisnis model canvas untuk mempermudah dalam memulai bisnis Anda dan mengenali metode-metode dalam berbsinis.

Salah satu hukum dalam jual beli adalah hukum permintaan dan penawaran. Hukum permintaan dan penawaran merupakan Istilah yang masih terbilang sangat tabu maknanya ditelinga para pebisnis namun istilah tersebut sering dipakai dalam akuntansi.

Hukum permintaan dan penawaran menjadi salah faktor mendasar dalam melakukan bisnis. Meskipun memiliki definisi yang kompleks, namun secara sederhana mampu meningkatkan bisnis Anda.

Definisi Hukum permintaan dan penawaran adalah merupakan suatu teori yang menjelaskan tentang interaksi antara penjual dan pembeli yang dimana hal ini mendefinisikan tentang apa pengaruh hubungan antara ketersediaan produk tertentu dan keinginan untuk produk tersebut terhadap harganya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Terjadinya sebuah hukum permintaan dan penawaran biasanya terjadi karena beberapa faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dan berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sebuah permintaan, seperti :

1. Harga Barang itu Sendiri

Faktor yang pertama yang mempengaruhi permintan. Harga barang pastinya akan mempengaruhi jumlah barang yang diminta. kalau harga meningkat maka permintaan barang pun akan meningkat.

Dan juga jika harganya menurun maka jumlah permintaan  barang tentunya akan menurun. Hal ini juga akan berpengaruh jika Anda memiliki bisnis dengan sistem konsinyasi.

2. Harga Barang Komplementer (Pelengkap)

Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Semakin naik harga bensin, semakin turun orang yang cenderung untuk membeli motor, dan sebaliknya.

3. Harga Barang Subtitusi (Pengganti)

Harga barang subtitusi (pengganti) adalah faktor ketiga yang mempengaruhi permintaan. Dapat dikatakan dengan harga yang rendah dari barang substitusi, maka pastinya orang akan melirik pada barang substitusi tersebut.

Berbanding terbalik dengan yang dibahas diatas semakin meningkat maka orang tidak akan tertarik kebarang substitusi tersebut.

4. Selera Konsumen

Faktor yang selanjutnya  adalah selera konsumen. Selera konsumen dapat diartikan semakin banyak selera konsumen terhadap suatu barang tertentu, sudah pasti permintaan terhadap barang tersebut semakin meningkat pula.

Sebagai contohnya dizaman digital ini mayoritas orang mencari handphone yang dilengkapi dengan fasilitas kamera, game serta music. Selera konsumen yang tinggi, maka permintaan hanphone yang dilengkapi fasilitas tersebut pun pastinya lebih meningkat.

5. Pendapatan

Kemudian ada pendapatan yang menjadi faktor kelima yang mempengaruhi permintaan. Sekiranya pendapatan yang dapatkan itu tinggi, maka permintaan barang dan jasa pun tinggi.

Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Untuk itu butuh cara penerapan sebuah struktur modal yang kuat untuk bisa menyeimbangkannya.

6. Intensitas Kebutuhan Konsumen

Faktor yang keenam tentang Intensitas kebutuhan konsumen dapat menjadi fsalah satu aktor yang mempengaruhi permintaan.

 Jika intensitas kebutuhan konsumen terhadap suatu barang yang tidak terlalu mendesak, maka tentunya permintaan masyarakat pun terhadap barang tersebut akan menurun dan sebaliknya.

7. Jumlah Penduduk

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta juga akan ikut meningkat.

8. Perkiraan Harga di Masa Depan

Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga dan akan semakin mahal.

Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli.

custom-form-newsletter


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Jika diatas adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, tentunya penawaran juga memiliki faktor yang dapat mempengaruhinya. Faktor tersebut tentunya akan sejalan dengan penerapan etika dalam berbisnis.

Dan berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, sebagai berikut :

1. Biaya Produksi

Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya.

Dengan hal ini dapat dikatakan Semakin tingginya biaya produksi, maka semakin tinggi pula harga barang produksi.

Berdasarkan hal ini dapat mengakibatkan penawaran jumlah barang produksi yang dilakukan oleh produsen akan lebih sedikit.

Berbanding terbalik dengan biaya produksi yang menurun, tentunya ada peningkatan produksinya oleh produsen. Semua ini Karena pastinya produsen tidak mau mengambil resiko kerugian.

2. Harga Barang itu Sendiri

Faktor yang mempengaruhi penawaran yang kedua adalah harga barang itu sendiri. Harga barang itu dapat berpegaruh pada penawaran karena jika harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan meningkat dan sebaliknya

3. Perkiraan Harga di Masa Depan

Lalu perkiraan harga dimasa depan juga salah satu factor yang dapat mempengaruhi penawaran.

Ini terjadi jika perusahaan yang memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka penurunan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan akan dilakukan oleh perusahaan.

4. Harga Barang Pengganti

Harga barang pengganti menjadi salah satu faktor yang memperngaruhi penawaran. Dapat dikatakan seperti itu karena jika adanya peningkatan dari harga barang pengganti, maka jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual pastinya meningkat juga.

Harapan penjual bahwa konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang yang lain yang ditawarkan dikarenakan harga nya jauh lebih rendah.

5. Pajak

Selanjutnya untuk faktor yang mempengaruhi penawaran  adalah pajak. Pajak sangat mempunyai pengaruh yang begitu besar terhadap tinggi rendahnya harga karena pajak adalah suatu ketetapan atau keputusan pemerintah terhadap suatu barang atau produk tertentu.

Hal ini dapat dikatakan jika harga suatu barang menjadi lebih tinggi, maka permintaan pastinya akan berkurang sehingga penawaran pun akan berkurang.

6. Kemajuan Teknologi

Faktor yang terakhir yang dapat mempengaruhi penawaran adalah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi berperan penting terhadap besar kecilnya barang yang akan ditawarkan.

Dan dengan adanya kemajuan teknologi akan sangat membantu mempermudah produsen dalam menghasilkan barang dan jasa.

Lalu penggunaan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan lebih mudah untuk produsen dalam menjual barang dalam jumlah yang sangat banyak.

Dengan begitu Anda sudah melakukan salah satu cara untuk mengatasi stagnansi dalam berbisnis.

Jenis-Jenis Permintaan

Dari faktor-faktor tersebut dapat terlihat bahwa hukum permintaan memiliki dua jenis berdasarkan kaidah permintaan. Dan berikut ini 2 jenis hukum permintaan, seperti :

1. Permintaan Berdasarkan Daya Beli

Yang dimaksud dengan permintaan berdasarkan daya beli adalah permintaan yang didasari pada kemampuan konsumen Ketika membeli barang. Dan permintaan berdasarkan daya beli juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

2. Permintaan Efektif

Permintaan berdasarkan daya beli yang pertama adalah permintaan efektif. Satu jenis permintaan yang didasarkan pada daya beli maksimal. Biasanya ini dilakukan oleh konsumen yang memiliki pendapatan besar.

3. Permintaan Absolut

Permintaan absolut adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhan tetapi dengan daya beli yang rendah. Ini biasanya dilakukan oleh masyarakat yang berpendapatan pas-pasan.

4. Permintaan Potensial

Permintaan potensial adalah gabungan dari dua jenis permintaan sebelumnya. Yang mana di dalam konteks ini masyarakat memiliki daya beli tinggi, sedangkan produk memang dibutuhkan, cuma masih ada rasa bimbang untuk melakukan pembelian.

5. Permintaan Berdasarkan Jumlah Pelaku

Untuk permintaan berdasarkan jumlah pelaku merupakan jenis permintaan yang mudah dideteksi. Cuma bisa dilihat dari berapa orang yang melakukan permintaan. Jika hanya satu orang yang membeli atau meminta barang, disebut permintaan individu.

Tetapi jika pembelian dilakukan banyak orang secara bersama-sama disebut pembelian kelompok.

Jenis-Jenis Penawaran

Jika hukum permintaan memiliki beragam jenisnya, begitu juga dengan hukum penawaran, terdapat beberapa jenis hukum penawaran. Beberapa Jenis hukum penawaran yang didasari oleh pilihan penjual barang adalah sebagai berikut :

1. Penawaran Marginal

Penawaran marginal adalah penawaran yang dilakukan oleh penjual yang bisa menjual produknya dengan harga yang sama dengan harga pasar. Bisa dibilang ini penjual yang ingin mencari untung yang standar.

2. Penawaran Sub Marginal

Penawaran sub marginal adalah penawaran yang dilakukan oleh penjual yang berani menjual produknya di bawah harga pasar. Transaksi ini hanya bisa dilakukan oleh penjual yang hanya ingin meraih untung minimal.

3. Penawaran Super Marginal

Penawaran super marginal adalah penawaran yang dilakukan oleh penjual yang menjual produknya degan harga lebih tinggi dari harga pasar. Penjual ini biasanya bertujuan untuk meraih untung penjualan yang sebanyak-banyaknya.

Dengan mengetahui secara detail hukum permintaan dan penawaran tersebut, Anda dapat jadikan hal tersebut sebagai referensi dalam mengetahui karakteristik bisnis berdasarkan hukum tersebut. Namun kestablian hukum permintaan dan penawaran tersebut sejalan dengan peningkatan profitabilitas bisnis yang sedang Anda jalani.

Peningkatan profitabilitas sebuah bisnis akan terlihat jika perencanaan keuangan berjalan dengan cukup matang. Untuk bisa melakukan perencanaan keuangan yang cukup matang perlu adanya sebuah sistem akuntansi yang mampu membantu para pebisnis dalam mengelola keuangannya.

Harmony Smart Accounting Solution hadir sebagai solusi dalam sistem akuntansi yang mampu membantu menemani para pebisnis dalam mengelola cashflow keuangan bisnis Anda.

Harmony menjadi salah satu pilihan para ribuan pebisnis yang telah terbantu dalam hal laporan keuangan, seperti yang diinformasikan melalui konferensi tahunan kami di  FinTax Fair 2019 .

Dapatkan Gratis 30 Hari disini dengan mendaftarkan akun bisnis/ perusahaan Anda. Dan nikmati perkembangan dunia akuntansi dan laporan keuangan berbasis teknologi dalam genggaman Anda hanya di Harmony Smart Accounting Solution.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/