Harmony » Blog » 

Absorption Costing, Tahukah Apa Itu, Komponen dan Contohnya?

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Agustus 10, 2021

Absorption costing adalah istilah yang diambil dari bahasa Inggris untuk penyerapan biaya. Secara umum, pengertian absorption costing adalah sistem biaya yang dipakai dalam menilai jumlah persediaan.

Bukan hanya mengetahui total jumlah biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung. Namun, juga overhead pabrik dari segi biaya variabel (absorption costing) dan biaya tetap.

Absorption costing adalah metode untuk mengumpulkan jumlah biaya yang berkaitan dengan proses produksi.Click to Tweet

Menurut konsep dasar akuntansi, absorption costing juga dikenal sebagai biaya penuh atau full costing. Untuk lebih jelasnya tentang apa itu absorption costing, komponen, dan contohnya, mari simak artikel berikut.

Mengenal Absorption Costing

Absorption costing adalah metode untuk mengumpulkan jumlah biaya yang berkaitan dengan proses produksi. Jenis absorption costing adalah sesuai standar dan dasar akuntansi dalam membuat penilaian persediaan yang disusun di neraca perusahaan.

Suatu produk bisa menyerap berbagai variable costing dan biaya tetap. Biaya ini bukan termasuk sebagai beban atau pengeluaran bulanan. Sebaliknya, persediaan adalah aset sampai ketika persediaan dijual dan dibebankan ke harga pokok penjualan. Pada saat itu, chart of account ditulis ke dalam buku besar berupa angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.

Apa Saja Komponennya?

Apa saja yang termasuk absorption costing? Komponen yang terdapat di dalamnya biaya ini adalah:

  • Biaya bahan baku
  • Biaya tenaga kerja langsung
  • Biaya overhead pabrik variabel atau variable costing
  • Biaya overhead pabrik tetap

Contoh Absorption Costing

Contoh dan Cara Menghitungnya

Perusahaan A adalah produsen dan penjual satu produk. Pada tahun 2016, perusahaan melaporkan biaya sebagai berikut:

Biaya variabel per unit:

Biaya bahan langsung: $25

Biaya tenaga kerja langsung: $20

Biaya overhead pabrik variabel: $10

Biaya penjualan dan administrasi variabel: $5

Biaya tetap:

Overhead manufaktur tetap sebesar $300.000

Penjualan tetap dan administrasi $200.000

Selama setahun, perusahaan menjual 50.000 unit dan memproduksi 60.000 unit, dengan harga jual unit $100 per unit.

Dengan menggunakan metode absorption costing, maka biaya produk per unit dihitung sebagai berikut:

Bahan langsung + Tenaga kerja langsung + Overhead variabel + Alokasi overhead pabrik tetap

= $25 + $20 + $10 + ($300.000 / 60.000 unit)

= $60 per unit biaya produk absorption costing.

Perlu diingat, bahwa biaya tetap dan biaya variabel atau variable costing dianggap sebagai biaya periode dan dibebankan pada saat transaksi berlangsung. Biaya tersebut tidak termasuk ke dalam biaya produk.

[elementor-template id="26379"]

Keuntungan Absorption Costing

Ada sejumlah keuntungan memakai metode full costing. Keuntungan utamanya adalah sesuai dengan GAAP atau standar cost accounting yang berlaku. Hal ini diperlukan dalam mempersiapkan laporan keuangan dan penilaian saham.

Selain itu, absorption costing juga dibutuhkan untuk memperhitungkan semua biaya produksi. Termasuk biaya tetap operasi, sewa pabrik, dan biaya utilitas di pabrik.

Sekaligus, menghitung biaya langsung seperti biaya bahan baku langsung atau tenaga kerja langsung. Sementara itu, perhitungan biaya tidak langsung juga dapat diketahui seperti gaji manajer pabrik atau pajak properti. Nantinya, jenis biaya ini akan berguna untuk menentukan harga pokok penjualan.

Apa Saja Kekurangannya?

Penetapan biaya absorption meliputi pengalokasian biaya overhead pabrik tetap ke biaya produk yang kurang bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Maka itu, jenis biaya ini memberikan penilaian yang buruk dari biaya sebenarnya ketika produksi. Biaya variabel atau variable costing dipakai sebagai alternatif untuk membantu manajemen perusahaan membuat keputusan produk.

Absorption costing dapat mengganggu keuntungan perusahaan karena faktanya semua biaya tetap tidak dikurangkan dari pendapatan, kecuali produk dijual. Dengan mengalokasikan biaya tetap ke dalam biaya produksi, biaya tersebut disembunyikan dari laporan laba rugi.

Oleh karenanya, jenis costing bisa dipakai sebagai cost accounting untuk sementara dalam meningkatkan keuntungan perusahaan dengan memindahkan biaya overhead manufaktur tetap dari laporan laba rugi ke neraca.

Semoga penjelasan tentang biaya di atas, bisa membuka cakrawala wawasan dan menambah informasi Anda untuk mengelola pajak dan menjalankan bisnis yang lebih berkembang.

Pastikan selama menjalankan operasional bisnis, pengelolaan stok barang dan pembukuan usaha sudah didukung Software Akuntansi Online dari Harmony. Sejak bertahun-tahun, Software Akuntansi Harmony sudah terbukti kecanggihan dan keunggulannya dalam membantu pembukuan bisnis yang bebas ribet.

Terlebih Software Akuntansi Harmony adalah salah satu platform akuntansi berbasis Cloud yang mudah diintegrasikan. Pengelolaan tugas akunting menjadi lebih praktis, cepat, dan akurat, serta minim kesalahan.

Yuk, coba aja dulu Software Akuntansi Harmony selama 30 hari GRATIS, daftar di tautan ini. Untuk mengenal lebih lanjut fitur-fiturnya, follow Instagram, LinkedIn, dan Facebook Harmony hari ini.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram