5 Istilah Pembayaran (Payment Term) Yang Dapat Anda Terapkan Dalam Bisnis
Harmony Blog
Finance
5 Istilah Pembayaran (Payment Term) Yang Dapat Anda Terapkan Dalam Bisnis
December 12, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Keuangan Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Pernahkah Anda mendengar istilah payment term?. Bagi Anda pebisnis yang selalu berhubungan dengan kinerja keuangan yang mungkin kerap melakukan transaksi dengan nominal yang besar, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini.

Payment term memiliki peranan yang sangat penting di dalam dunia bisnis. Bukan hanya di Indonesia saja, payment term juga mempunyai peran yang sentral di seluruh dunia.

Payment term dibuat oleh penjual atau supplier, sebagai syarat untuk memberikan ketentuan dan cara pembayaran kepada pembelinya.

Payment term merupakan ketentuan pembayaran yang dibuat oleh supplier/vendor kepada pelanggan. Atau bisa juga dikatakan payment term adalah ketentuan cara pembayaran yang dibuat oleh penjual kepada pembelinya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai payment term, berikut di bawah ini akan dijelaskan lebih lengkap mengenai apa itu payment term dan istilah pembayarannya apa saja yang dapat Anda terapkan dalam binis Anda.

Baca Juga: Pengertian Perantara Keuangan Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sudahkah Anda Tahu Apa itu Payment Term?

Payment term atau Term of Payment secara sederhana dapat didefinisikan sebagai aturan pembayaran.

Baik dalam ilmu ekonomi maupun bisnis, payment term menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah transaksi. Biasanya memiliki aturan tersendiri setiap perusahaan.

Aturan tersebut memiliki arti cara pembayaran serta yang paling penting dalam melakukan pembayaran tersebut adalah waktu pembayaran yang ingin dilakukan.

Maka tidak heran jika dalam istilah ini selalu merujuk pada pertanyaan seperti kapan waktu paling lama penundaan pembayaran?

Namun selain itu ada juga yang mendefinisikan payment term ini merupakan ketentuan pembayaran yang dilakukan vendor atau supplier yang diberlakukan kepada pelanggannya. Biasanya Anda diberi waktu untuk melakukan pembayaran mulai dari 14 hari sejak diterbitkannya invoice.

Baca Juga: Financial Leverage: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Contohnya

custom-form-newsletter

5 Istilah Pembayaran Payment Term Dalam Bisnis

Sebenarnya jenis payment term cukup banyak. Sebab di setiap perusahaan satu dengan perusahaan lain cenderung memiliki standar yang berbeda.  Meskipun begitu, tidak sedikit yang masih belum familiar dengan jenis-jenis payment term. Berikut beberapa jenis pembayaran (payment term) yang mungkin dapat Anda terapkan dalam bisnis Anda yaitu:

• Cash on Delivery (COD)

Bagi Anda yang mungkin suka membeli barang secara online, tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah COD. COD atau Cash on Delivery merupakan cara pembayaran di mana pembeli langsung melakukan pembayaran ketika barangnya sudah diterima.

Dari beberapa toko online yang Anda kunjungi pasti akan menjelaskan apakah toko tersebut menerapkan sistem COD dalam melakukan pembayarannya atau tidak.

• Cash Before Delivery (CBD)

Anda juga bisa melihat dari setiap postingan toko online tersebut. Di sana Anda bisa melihat pada deskripsi barang yang dijual oleh toko apakah melakukan pembayaran CBD atau tidak.

Meskipun cash before delivery mengandung kata cash, bukan berarti cash before delivery (CBD) merupakan bentuk pembayaran yang menggunakan uang tunai.

Cash Before Delivery (CBD) di sini merujuk pada sistem pembayaran mengharuskan pembeli membayar produknya terlebih dahulu sebelum barang tersebut dikirim.

Dikarenakan banyak pebisnis jual beli online melakukan metode pembayaran ini, maka pembayaran dilakukan secara transfer baik melalui ATM, kartu kredit, m debit dan lainnya.

Payment term sudah sering digunakan, khususnya pada transaksi pembayaran dengan nominal yang tidak besar.

• Net d Days

Apa Net d Days itu? Istilah ini diterapkan ketika pembeli akan melakukan pembayaran maksimum di hari barang tersebut akan diterima. Misalnya, net 30 days berarti pembayaran harus dilakukan secara penuh dalam 30 hari.

• Cash in Advance

Jenis payment term yang selanjutnya adalah cash in advance. Di mana cara pembayaran cash in advance ini pembeli harus terlebih dulu mengirimkan uang tersebut kepada penjual.

Setelah pembeli mengirimkan uang tersebut maka penjual baru mengirimkan barang. Artinya, penjual tidak akan mengirimkan barang sebelum pembeli membayar barang yang ingin dibeli.

• End of Month (EOM)

EOM atau End of Month merupakan cara untuk melakukan pembayaran yang diterapkan pebisnis, yang di mana setiap melakukan pembayaran maksimum waktu yang diberikan yaitu setelah akhir bulan atau pembayaran harus dilakukan secara penuh dengan batas maksimal 30 hari sejak akhir bulan.

Fungsi Payment Term

Setelah membahas mengenai pengertian dan juga jenis dari payment term, maka selanjutnya hal yang perlu Anda tahu selanjutnya adalah fungsi yang dimiliki payment term.

Adapun fungsinya, khususnya bagi pembeli yaitu sebagai cost control perusahaan atau biasanya juga dapat dikatakan sebagai pengelolaan keuangan di dalam sistem budget management.

Dengan adanya hal ini, maka penjual dan pembeli dapat melakukan tawar menawar harga barang yang sesuai, sehingga cash flow perusahaan bisa dikontrol. Bahkan dapat berpotensi untuk memberikan keuntungan terhadap pembeli.

Oleh sebab itu, tidak heran jika dalam melakukan proses penawaran terkadang harga yang diberikan tidak selamanya dijadikan sebagai patokan untuk menentukan supplier atau vendor. Payment term yang telah disediakan juga bisa menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian dari pembeli.

Jenis transaksi ini tentu sudah banyak digunakan oleh para pebisnis, baik yang melakukan sistem jual beli online maupun offline.

Tentunya dalam menjalankan bisnis seperti ini, Anda sebagai pebisnis tentu memerlukan pembukuan yang rapi dan tepat. Seperti halnya dengan menggunakan software akuntansi pembukuan.

Di mana setiap pebisnis pada saat ini sudah banyak menggunakan software pembukuan untuk membantu setiap pembukuan bisnisnya. Salah satu kelebihan lain menggunakan software akuntansi adalah perusahaan bisa mengetahui dengan cepat berapa jumlah stok produk yang ada di gudang.

Melalui data stok produk tersebut, perusahaan bisa memutuskan produk mana yang harus dipromosikan, dijual lebih cepat atau dibundling dengan produk lainnya.

Metode ini bisa membuat strategi mencapai target penjualan perusahaan terlaksana tetapi tetap memperhatikan inventory perusahaan.

Cobalah gunakan software Harmony dengan memiliki fitur yang lengkap. Mulai dari pembuatan invoice, pengiriman tagihan invoice kepada pelanggan, perhitungan laba rugi dan penyajian laporan keuangan bisa Anda lakukan melalui Harmony.

Harmony sangat praktis dan mudah digunakan, dengan menggunakan Harmony maka pembukuan akan menjadi menyenangkan dan pelaksanaan strategi mencapai target penjualan usaha Anda akan maksimal. Gunakan Harmony GRATIS 30 hari dengan mendaftar disini.

Harmony juga memiliki layanan jasa akuntansi untuk Anda yang tidak ingin repot untuk mengurus pembukuan sendiri, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service.

Software akuntansi Harmony ini juga menyediakan jasa pembuatan laporan keuangan dan analisanya. Bagi pebisnis yang memerlukan jasa tersebut bisa melihatnya di Harmony Accounting Service. Ikuti update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di Facebook, Instagram dan LinkedIn.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/